Pentingnya Petani Menjaga Kualitas Kopi Agar Mempunyai Jaminan di pasaran - Tananua Flores

Breaking

Home Top Ad


Post Top Ad





Minggu, 16 Juni 2019

Pentingnya Petani Menjaga Kualitas Kopi Agar Mempunyai Jaminan di pasaran




JONGFLORES ENDE. Petani Kopi Boafeo yang mengikuti Pelatihan Teknik Budidaya dan Pengolahan Kopi di Balai Desa Boafeo pada Senin-Selasa (4-5/12) terlihat begitu antusias dan serius mengikuti pelatihan yang difasilitasi oleh Benyamin Gosa dan Heribertus Se dari Yayasan Tananua Flores (YTNF). 

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Lembaga Institute for Essential Services Reform (IESR) dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) wilayah Nusa Bunga ini mendapat respon yang luar biasa dari para petani yang terbagi dalam 2 kelompok tani.

“Kami mengadakan pelatihan ini sebagai salah satu hasil pemetaan kebutuhan dari program EDM atau Model Pemenuhan Energi (MPE) yang kami lakukan secara partisipatif bersama-sama dengan masyarakat pada Bulan Juni 2017. Salah satu point penting yang perlu ditindaklanjuti atas kebutuhan masyarakat Boafeo adalah perlunya pelatihan teknik budidaya dan pengolahan kopi,” tutur Yuni Kurniyatingsih, Program Manajer EDM – IESR Indonesia.

Dalam sambutannya, Yunika menjelaskan dalam 2 atau 3 hari ke depan para petani akan dibekali ilmu kopi dan praktek lapangan langsung ke kebun kopi, dan belajar pola pengolahan kopi melalui teknik pertanian berkelanjutan. Hal ini akan membantu dalam peningkatan produksi dan kualitas kopi sehingga mempunyai pertambahan nilai jual yg lebih. 

“Jika ilmu yang kita peroleh hari ini diterapkan dengan baik dan benar oleh setiap petani, maka saya yakin, kualitas Kopi Boafeo akan bisa bersaing dengan kopi-kopi berkualitas lainnya di tingkat nasional bahkan di level internasional ,” jelas Yunika.

Ditambahkan Yunika, setelah mengikuti pelatihan dan praktek perawatan kopi di Boafeo, para petani akan melanjutkan studi banding ke Desa Golulada sebagai desa dampingan Tananua Flores yang telah behasil melakukan teknik budidaya dan proses pengolahan kopi yang baik sesuai dengan standar kualitas pasar.

Heribertus Se sedang mengajarkan cara melakukan sambung pucuk kepada
para petani (foto welano/jongflores)
“Kita akan melanjutkan studi banding ke Desa Golulada untuk melihat secara dekat teknik budidaya dan proses pengolahan kopi yang baik sehingga sepulang dari studi banding mereka mulai mengubah pola tradisional yang selama ini dipakai menjadi pola baru sesuai dengan ilmu yang diperoleh dalam pelatihan ini,” harapnya.

Sementara itu Heribertus Se dalam memberikan materi pelatihan mengungkapkan jika para petani ingin mendapatkan harga kopi yang lebih baik sesuai yang diinginkan maka petani itu sendiri harus mengikuti proses pengolahan kopi dengan baik sehingga bisa memperoleh harga jual yang tinggi.

“Harga diri petani kopi dapat diukur dengan harga kopi yang dijualnya dimana kopi yang dijual dengan harga tinggi dapat meningkatkan pendapatan petani melalui produksi kopi. Dan untuk mendapatkan harga jual kopi yang tinggi, para petani harus mengikuti proses pengolahan kopi dengan baik juga,” kata Heri.

Hal senada juga disampaikan Benyamin Gosa, fasilitator lain yang menuturkan kopi sangat berperan dalam kehidupan manusia karena kopi merupakan minuman yang dapat dikonsumsi untuk semua kalangan sehingga kopi menjadi minuman yang istimewa bagi setiap orang. Oleh karenanya lanjut Benyamin cara pengolahan kopi yang baik akan mempengaruhi kualitas kopi yang akan bermuara pada harga beli kopi di saat pemasarannya.
“Kopi selalu ada di setiap sudut kehidupan manusia. Kopi membuat orang jatuh cinta. Kopi selalu membuat aktifitas kita tetap semangat. Kopi sebagai bahan perekat bisnis. Dan kopi dapat meningkatkan kesejahteraan kesejahteraan hidup kita. Karenanya kita harus menjaga atau merawat kopi dengan baik dan melakukan proses pengolahannya juga dengan baik,” tuturnya.

Sementara itu Martinus Sado, salah seorang petani kopi mengatakan pelatihan yang dilakukan ini merupakan pelajaran baru bagi petani-petani Boafeo dalam mengolah kebun kopi miliknya agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

“Dengan adanya pelatihan ini kami mendapat pengetahuan baru dalam mengolah kopi karena setelah mendapat teori di ruang pelatihan kami langsung melakukan praktek di kebun sehingga ilmu yang didapatkan dari fasilitator dapat kami diterapkan di kebun masing-masing,” katanya. (welano)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad