Jejak Inspirasi Yang Sempat Lenyap Dalam Rutinitas Pendampingan Masyarakat Pedesaan - Tananua Flores

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad


Jumat, 18 Desember 2020

Jejak Inspirasi Yang Sempat Lenyap Dalam Rutinitas Pendampingan Masyarakat Pedesaan

 Ende, 16 Desember 2020

“Realita beropini dalam diam

Terdiam....

Diselimuti kabut pegunungan

Saat Gerimis menanti hujan

Terdiam.....

Titik titik nalar menggeliat  liar

Naluri seorang penulis

Sedang

Bersetubu dalam imajinasi

Terdiam.....

Sembari liukan jari menari bersama pena

Ditubuh putih sehalai kertas

Terdiam.....

Terukir kata demi kata

Membentuk lautan kenikmatan kalimat

Dalam jengkalan  paragraf terkulai indah memposona

Kini

Realita sedang bersetubu dengan opini

Dalam diam.....

 



*LIKALAPU**HS

Dinamika pembangunan desa dalam kehidupan masyarakat perdesaan menjadi perhatian serius dari semua pihak baik di tingkatan daerah, Nasional sampai di tataran Global. Dan semua  Pihak (stakehoders) memiliki antensi dan kepedulian terhadap kehidupan masyarakat  pedesaan.


Desa adalah kantong kekayaan Sumber daya Alam serta sumber daya manusia yang mamapuh memberi penghidupan kepada banyak orang. Desa juga sebagai lokus sejarah peradaban manusia dan menjadi catatan fenomena kehidupan perkotaan.

  Yang menjadi pertanyaan reflektif kita, mengapa saat ini perhatian kita semua untuk desa/Kampung?

Secara pribadi Saya meyakinkan bahwa desa saat ini menjadi kantong - kantong kemiskinan; ketidak berdayaan dan ketidak mampuan. Orang- orang yang  hidup di desa memiliki tingkat kemampuan sumber daya yang terbatas. Kondisi ini akibat dari  sebuah system yang mampu merubah kehidupan masyarakat desa yang sebelumnya berlimpah kekayaan Kini berubah dan menjadi miskin melarat.


Realitas saat ini bahwasannya  desa dalam kacamata globalisasi perkembaangannya sangat lamban dibandingkan dengan kota. Perkembangan yang lamban disebabkan karena orang pintar di desa sudah beralih ke kota, dan ini adalah  sebuah tantangan yang harus dilakukan oleh generasi saat ini. 


Program Pemerintah Saat ini


Membangun Indonesia dari Pinggiran,pembangunan infrastruktur Jalan, Listrik, air dan Usaha Ekonomi Produksi dari Desa- Desa di Indonesia, Refolusi Mental dan Penguatan Sumberdaya manusia dan Digitalisasi 4.0 merupakan Program dan Visi Pemerintah Jokowi saat ini


Visi Pemerintah Jokowi mengharuskan desa harus mandiri menuju indonesia maju ditahun 2025, dan Indonesia menuju kejayaan dan negara kuat.  Dan untuk mencapai semua itu desa harus maju ,dalam artian maju dari bidang perekonomian, infrastruktur serta sumber daya manusia sehingga bisa bersaing di tataran global saat ini.

Untuk bisa berdaya saing, program pemerintah nasional harus terkosentrasikan kepada pembangunan di desa. Desa kuat dan maju akan merubah wajah Indonesia menjadi maju sesuai yang di impikan.


Selain itu menuju Indonesia maju tidak terlepas dari keterlibatan semua elemen baik pemerintah, Akademisi, Ormas, NGOs lokal maupun Nasional untuk aktif dalam  pembangunan di desa.

 Terkhusuanya pemerintah desa dan NGOs Lokal yang sampai saat aktif membangun kerja sama dan berkolaborasi untuk mempersiapkan  semua sumber daya potensial yang ada di desa.


Kini desa seperti wanita cantik dan seksi yang layak dipinang dan diberi mas kawin/mahar yang sangat mahal untuk mendapatkan dan mengelolanya. Cantik dan seksinya desa saat ini semua pihak bertanggungjawab untuk menjaga dan melestarikan dengan berbagai program dan proyek dibidang kemanusiaan maupun dibidang infrastruktur pendukung kehidupan manusia perdesaan.

Pembangunanan Desa di Indonesia secara Umum dan di Kabupaten Ende pada Khusuanya pada dasarnya membutukan banyak keterlibatan, sehingga apa yang menjadi tujuan bisa di wujudkan.


Peran NGO/ LSM dalam membangun sumber Daya manusia di Desa


Yayasan Tananua flores merupakan sebuah lembaga swasta yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat Desa.  Dan Yayasan Tananua adalah lembaga yang mempunyai kader Pembangunan Desa   yang di tempatkan di masing- masing Desa.


Sampai saat ini  masih sangat eksis dengan masyarakat desa boleh dikatakan sebagai salah satu ujung tombak pemberdayaan dan penguatan kapasitas manusia di desa desa dampingan. Tananua flores bersama pemerintahaan desa membangun desa dari hulu sampai hilir (pemberdayaan masyarakat desa Pegunungan dan pesisir teeluar dan tertinggal).


filosofis Dasar Tananua dalam membangun visi bersama para petani dan masyarakat Desa yaitu UMA, SAO dan REGA tentu membawa misi keberpihakan kepada manusia manusia pedesaan yang diberi stigma miskin dan terpinggirkan. Atas dasar itu Tananua Flores memberikan atensi dan kepeduliannya untuk membangun dan memperkuat kapasitas manusia pedesaan berbasis sumberdaya yang mereka miliki.


Atensi dan kepedulian terlihat lewat program dan aktivitas yang dilakukan antara lain Program Pertanian berkelanjutan (sustainable agryculture) dengan mengusung aktivitas pertanian organik/Selaraa alam, Peningkatan Hasil produktif pertanian (Pangan lokal, Komoditi dll); Kesehatan Primer (Primary Healthy) dengan kegiatan Pengembangan Tanaman yg berkasiat obat, Gisi Keluarga Keluarga dan lingkungan sehat; Ekonomi Kerakyatan (Civil Ecconomic) dengan mengusung aktivitas Familly Saving, Kelompok Arisan UBSP, Pasar bersama dengan Kuantitaa, Kualitas dan kontinuitas komoditi yang  baik yang dilakukan oleh masyarakat desa sendiri. Dan one Village one Product. Organisasi Petani (Farmers Group) dengan mengusung kegiatan pertemuan Kelompok,  aktif dengan menjalankan nilai nilai sosial kearifan lokal untuk berpartisipasi dalam pembangunan kelompok komunitas dan desa.


Program dan aktivitas ini berangkat dari kebutuhan dan realita kehidupan desa dengan tujuan akhirnya untuk memperkuat dan memampukan maayarakat desa yang lebih kuat dan berdaya saing untuk desa yang mandiri.


Dalam mewujudkan desa mandiri  tentu prosesnya panjang Tananua flores bersama penerintah desa bersinergi untuk mempersiapkan manusia- manusia potensial pedesaan dengan mempersiaapkan kader - kader yang mumpuni dan berkemampuan untuk membangun desa.


Sebuah Refleksi dalam membangun spiritualitas Kader


Dalam membangun Spiritualitas Kader  petani di butuhkan sebuah pemahaman sebagai bekal bagi para kader untuk pembangunan desa. Kader - kader ini berperan dengan suka dan rela untuk membuat perubahan di dalam keluarganya kelompok komunitas dan desa. Kader dari desa- desa ini dipersiapkan  dengan pengetahuan yang cukup agar bisa membatu pemerintah Desa masyarakat maupun keluarga. Melalui kegiatan  refleksi spiritualitas kader yang di jalankan pada bulan desember 2020 yang lalu, para kader mulai mendiskusikan berbagai persoalan yang ada di desa.


 Kegiatan refleksi ini bertujuan untuk mengajak para kader dari desa- desa dampingan Tananua flores untuk melihat kembali akan peran yang mereka perna lakukan dan yang belum mereka lakukan sebagai daya  kebatinan  salam proses pembangunan yang ada di desa masing,- masing.


Kegiatan refleksi ini mengajak  kami peserta untuk melihat kedalam diri kami masing- masing  apa yang pernah dibuat untuk diri sendiri dikebun, kelompok di desa dengan peran sebagai kader."kata Ruben Raja.

Sementara itu RD Trenda Due menjelaskan kader adalah agen perubahan  selaian membuat perubahan untuk dirinya sendiri dia juga berkewajiban untuk membuat perubahan untuk orang lain. Perubahan harus dimulai dari cara pikirnya dan juga cara kerja.


Menurutnya Kader sama dengan Motivator sekaligus Generator. Dalam diri kader sebagai motivator,dan juga berperan sebagai Generator serta traktor karena kader dapat memberi pemahaman, mendorong dan juga harus bekerja keras untuk memperlihatkan hasil kepada sesamanya.


Motivator harus mampu memberi roh pada setiap kata yang diucapkannya (wards is magic ato The wards is power to Change) sehingga kader harus memiliki kekuatan kata kata yang mengubah cara pikir diri sendiri dan orang lain.

**** LikaLapu/HS

Penulis : HS 

Editor : JF



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad