Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Design created with PosterMyWall

Pengenalan Terhadap Tanaman Kakao




Tanaman Kakao  (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peranan penting dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di Indonesia khususnya yang sampai saat ini komoditas kakao tersebut masih memiliki prospek pasar yang cukup baik di pasar Internasional.

Seperti halnya tanaman perkebunan lain, tanaman kakao memerlukan persyaratan tumbuh dan teknologi budidaya tanam agar mampu memberikan hasil yang optimal. Teknologi budidaya yang dimaksud antara lain : persiapan bahan tanaman, pembibitan, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman dan panen.



A.  PEMANGKASAN

1.      Pengertian Pemangkasan

Pemangkasan pada tanaman kakao adalah kegiatan memotong (pembuangan) bagian tanaman yang berupa cabang, ranting, dan daun. Tanaman kakao dalam pertumbuhan dan perkembangannya memerlukan intensitas sinar matahari yang optimum. Pada sinar matahari yang optimum tersebut kecepatan fotosintetis akan maksimum. Intensitas sinar matahari yang optimum bagi tanaman kakao berubah menurut umur tanaman.  Tanaman muda atau tanaman belum menghasilkan memerlukan intensitas sinar matahari yang rendah dan berangsur-angsur kebutuhan sinar matahari semakin tinggi sejalan dengan bertambahnya umur tanaman. Jelasnya  tanaman kakao tidak membutuhkan sinar matahari penuh selama perkembangannya, sehingga dibutuhkan adanya pengaturan sinar matahari. Pengaturan kebutuhan intensitas sinar matahari pada tanaman kakao dilakukan pada kegiatan pemangkasan, baik pemangkasan pohon pelindung maupun pemangkasan tanaman kakao itu sendiri.


 

2.      Tujuan dan Manfaat Pemangkasan

Produk primer semua jenis tanaman adalah asimilat atau hasil fotosintetis yang selanjutnya akan dikonversi menjadi senyawa-senyawa  sekunder berupa hasil  yang dipanen. Pemangkasan kakao merurupakan salah satu upaya agar laju fotosintetis berlangsung dengan optimal, hasil bersih fotosintetis maksimal, dan distribusinya keorgan-organ yang membutuhkan berlangsung lancar. Proses tersebut dan faktor-faktor yang berpengaruh  perlu dipahami sebagai dasar dalam  melakukan tindakan  pemangkasan yang benar.

Agar memperoleh hasil  buah yang banyak, tanaman harus menghasilkan asimilat yang banyak pula. Tidak semua daun ditajuk tanaman mampu melakukan fotosintetis secara optimal, daun yang ternaungi justru tidak dapat menjadi pemakai asimilat.

Tujuan pemangkasan pada tanaman kakao adalah :

Ø Pembentukan kerangka dasar (frame) tanaman kakao yang baik, tegap, kuat menyanggah cabang, ranting dan daun sehingga pertumbuhan tanaman seimbang.
Ø Mengatur sedemikian rupa sehingga sinar matahari masuk ke dalam tajuk secara merata, sehingga daun lebih produktif dalam menghasilkan asimilat.
Ø Mendorong tanaman membentuk daun baru yang kemampuannya menghasilkan asimilat lebih tinggi.
Ø Meningkatkan kemampuan tanaman membentuk bunga dan buah
Ø Membuang bagian tanaman yang tidak dikehendaki misalnya : cabang mati, cabang rusak, cabang sakit, tunas air, dll.
Ø Mengurangi resiko serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT),
Ø Mempermudah melakukan kegiatan atau perlakuan terhadap tanaman misalnya : pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan, panen dan lain-lain.


Dari semua tujuan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan pemangkasan terhadap tanaman kakao adalah : membentuk dan mengatur pertumbuhan tanaman dalam kondisi tertentu untuk mencapai produksi yang optimal sesuai potensi produksi yang dimiliki oleh tanaman yang bersangkutan.


 
3.  Jenis-jenis Pemangkasan

Ada beberapa jenis pemangkasan antara lain :

3.1.    Pemangkasan yang didasarkan pada fase tanaman.
Pemangkasan ini dibagi 3 tahapan yaitu :
-          Pemangkasan pada fase tanaman muda
-          Pemangkasan pada fase tanaman remaja
-          Pemangkasan fase tanaman dewasa (telah berproduksi)
3.2.    Pemangkasan yang didasarkan pada intensitas pangkasan
Jenis pemangkasan ini dibagi atas 3 yaitu :
-          Pemangkasan ringan
-          Pemangkasan sedang
-          Pemangkasan berat

3.3.    Pemangkasan yang didasarkan pada tujuan
Jenis pangkasan ini dibagi atas 3 tahapan :
-          Pemangkasan bentuk
-          Pemangkasan pemeliharaan
-          Pemangkasan produksi

Jenis pemangkasan yang didasarkan pada tujuan inilah yang akan diuraikan lebih lanjut.

4.  Tahapan Pemangkasan

Tahapan pemangkasan yang akan diuraikan disini khusus ditujukan pada tanaman yang berasal dari tunas ortotrop (baik tanaman yang berasal dari semaian maupun yang berasal dari klonal). Sedangkan jenis pemangkasan yang akan diuraikan adalah jenis pemangkasan yang didasarkan pada tujuan. Adapun tahapan pemangkasan yang didasarkan pada tujuan adalah sebagai berikut :

4.1.    Pemangkasan bentuk.

Pemangkasan bentuk bertujuan untuk membentuk habitus tanaman kakao agar tercipta kerangka (frame) tanaman yang baik, yakni tanaman kakao yang memiliki cabang-cabang utama (cabang primer) yang tumbuhnya kokoh dan sehat. Selain itu apabila memungkinkan arah pertumbuhan cabang-cabang utama tersebut diatur agar bisa merata.

Pemangkasan bentuk dilakukan dengan cara mengurangi cabang primer yang semula berjumlah empat atau lebih menjadi hanya 3 (tiga) cabang saja. Berhubung karena dalam pemangkasan bentuk yang menjadi objek adalah cabang primer, maka pelaksanaannya dilakukan setelah tanaman kakao muda telah membentuk cabang primer atau telah membentuk jorget. Umur tanaman sekitar 1 – 2 tahun setelah tanam. Cabang primer yang ditinggalkan adalah diutamakan yang tumbuhnya sehat dan kuat, arah pertumbuhannya merata dan mengarah ke atas. Pemangkasan dilakukan dengan menggunakan gunting pangkas.

Pada prinsipnya pemangkasan bentuk harus dilakukan dengan pendekatan pohon per pohon (individual). Artinya penentuan cabang primer mana yang akan dipangkas dan cabang primer mana yang ditinggalkan sangat ditentukan oleh kondisi pertumbuhan masing-masing tanaman yang pada kenyataannya sangat beragam di lapangan.

Demikian pula dalam hal waktu pelaksanaannya juga beragam, tergantung pada kecepatan pertumbuhan masing-masing tanaman.

 4.2.      Pemangkasan pemeliharaan

Pemangkasan pemeliharaan bertujuan untuk memelihara dan mempertahankan kerangka yang telah dibentuk pada pemangkasan bentuk. Jadi pemangkasan pemeliharaan merupakan lanjutan dari pemangkasan bentuk. Pada pemangkasan pemeliharaan, obyek pemangkasan adalah cabang-cabang sekunder yang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap mulai dari tumbuhnya cabang-cabang sekunder hingga saat tajuk tanaman kakao saling bertemu (saling menutupi), pada saat tanaman kakao sudah waktunya memasuki pemangkasan produksi.

Pelaksanaan pemangkasan pemeliharaan adalah sbb:
-          Pada tahap pertama, cabang-cabang sekunder yang tumbuh pada jarak 30 – 60 cm dari titik percabangan (jorget) diubah.
-          Cabang-cabang sekunder berikutnya diatur agar letaknya tidak saling berdekatan. Pembuangan sebagian cabang sekunder dilakukan secara bertahap sesuai kecepatan pertumbuhan cabang-cabang tersebut. Jarak antara cabang-cabang sekunder dianjurkan antara 15 – 25 cm dan diupayakan agar letak cabang sekunder yang tinggal diatur secara selang seling (zig zag)
Pemangkasan cabang sekunder dilakukan dengan menggunakan gunting pangkas, parang/pisau, atau gergaji pangkas.


 

4.3.      Pemangkasan produksi

Pemangkasan produksi dilakukan pada tanaman yang telah berproduksi. Umur tanaman kira-kira 3 tahun ke atas. Tujuan utama dari pemangkasan produksi adalah meningkatkan kemampuan tanaman untuk membentuk bunga dan buah, sehingga dengan demikian maka pemangkasan produksi merupakan perlakuann pokok pada pemangkasan, karena tahap pemangkasan inilah yang berdampak langsung terhadap kemampuan tanaman untuk membentuk bunga dan buah.

Obyek pemangkasan dari pemangkasan produksi adalah daun, namun demikian dalam pelaksanaannya pemangkasan dilakukan terhadap cabang-cabang atau ranting-ranting tempat daun kakao tumbuh. Namun perlu digaris bawahi bahwa pada pemangkasan produksi pemotongan cabang besar (diameter lebih dari 2,5 cm) perlu dihindari kecuali karena terpaksa, misalnya karena cabang tersebut rusak akibat serangan hama dan penyakit atau rusak karena penyebab fisik seperti patah karena angin.
Pemangkasan produksi dilaksanakan dengan membuang cabang-cabang atau ranting-ranting sebagai berikut :
a.       Tunas air, tunas air sebaiknya dikeluarkan kecuali tunas air yang dipersiapkan untuk regenerasi (rehabilitasi dengan metode chuppon grafting).


b.      Cabang balik, yaitu cabang yang tumbuhnya mengarah atau masuk ke dalam tajuk sebaiknya di keluarkan kecuali cabang yang berfungsi melindungi jorget.



c.       Cabang gantung, yaitu cabang-cabang yang menggantung yang kurang produktif. Sedangkan yang produktif dipotong sebagian (pada bagian lengkungan) sehingga pertumbuhan cabang bisa dinaikkan atau diarahkan ke atas.

d.      Cabang-cabang cacing, yaitu cabang kecil yang tumbuhnya kerdil yang sifatnya tidak produktif.   

e.       Cabang-cabang yang terlalu rapat atau sangat berdekatan satu sama lain serta cabang yang tumbuhnya tidak teratur

f.       Cabang-cabang yang saling tindih baik di dalam individu tanaman itu sendiri maupun dengan cabang dari tanaman lain disekitarnya

g.      Cabang-cabang rusak baik karena serangan hama dan penyakit maupun karena penyebab lainnya.

h.      Puncak tajuk yang diperkirakan akan menyebabkan ketinggian tajuk dapat melebihi 4 m atau yang menyebabkan tajuk tanaman berbentuk payung ganda.


Berhubung karena pemangkasan produksi dilakukan pada tanaman yang sudah tinggi maka alat pemangkasan yang digunakan disamping gunting pangkas dan gergaji pangkas biasa maka diperlukan pula gunting pangkas atau gergaji pangkas yang bertangkai panjang.

5.        Alat Pangkas
Alat pangkas  yang biasa digunakan    adalah sbb:
-          Gunting gala
-          Parang
-          Gergaji pangkas
-          Gunting pangkas (Scissor)
-          Cat

6.    Prinsip Pemangkasan

6.1. Hal- hal yang perlu diperhatikan dalam pemangkasan produksi adalah sebagai berikut :

a.       Dianjurkan melakukan pemangkasan sesering mungkin akan tetapi dengan intensitas ringan (2 – 3 bulan sekali)
b.      Dianjurkan tidak melakukan pemangkasan pada saat musim kemarau kecuali jika tersedia air tanah yang cukup atau ada pengairan
c.       Pemangkasan berat hanya dilakukan jika terpaksa, misalnya karena tanaman tersebut tidak pernah dipangkas dalam waktu yang cukup lama atau karena cabang-cabangnya rusak karena serangan hama dan penyakit atau rusak karena penyebab lainnya.
d.      Hindari melakukan pemangkasan berat pada saat tanaman berbunga atau berbuah pentil lebat. Oleh sebab itu pemangkasan dilaksanakan minimalkan 1 bulan sebelum masa puncak pembungaan
e.       Sebelum pemangkasan kakao, pohon pelindung perlu diperhatian jika perlu dipangkas maka pohon pelindung dipangkas terlebih dahulu kira-kira 1 - 2 bulan sebelum pemangkasan kakao. Kalau perlu penjarangn maka dilakukan penjarangan. Perlu ada jarak antara tajuk tertinggi dari tanaman kakao dengan tajuk terendah dari pelindung.
f.       Hindari terbukanya tajuk tanaman karena hal tersebut dapat menyebabkan matinya sel-sel jaringan pada jorget yang selanjutnya dapat menyebabkan terbelahnya jorget sehingga rawan terinfeksi jamur patogen.
g.      Pembuangan tunas air tidak hanya dilakukan bersamaan dengan saat pemangkasan produksi, tetapi merupakan pekerjaan pemeliharaan rutin sejak dari tanaman muda.
h.      Tanaman yang terpangkas baik, secara umum di lapangan ditandai dengan jatuhnya bunga-bunga cahaya secara merata di bawah tajuk tanaman kakao. Tinggi tanaman berkisar 3 – 4 m bagi tanaman yang telah  berumur 7 tahun keatas.

6.2. Kriteria pemangkasan

Kriteria pemangkasan yang benar dapat dilihat dari beberapa indikator sbb :

-          Pada siang hari di lantai kebun terdapat bercak-bercak cahaya matahari, tetapi gulma tidak tumbuh lebat. Proporsi cahaya langsung yang sampai di lantai kebun maksimum sekitar 25% dari luas areal.
-          Suasana di dalam kebun tidak terlalu terang atau terlalu gelap
-          Pertumbuhan diameter batang kakao sama antara yang ditanam di bagian tengah dan di pinggir kebun.
-          Bunga dan buah tumbuh merata di batang pokok dan cabang-cabangnya, serta tanaman yang berbuah merata di semua penjuru kebun.

7.        Pemangkasan Bentuk pada Tanaman yang Berasal dari Tunas Plagiotrop.
Tanaman kakao yang berasal dari bahan tanam plagiotrop akhir-akhir ini banyak ditemukan pada tanaman klonal, baik kakao mulia maupun lindak. Klonalisasi tesebut lazimnya dilakukan di pembibitan, menggunakan entres cabang plagiotrop.
Tanaman kakao asal cabang plagiotrop menghasilkan tajuk yang pendek, cepat berbuah, dan hasilnya maksimal. Habitus (sosok) yang pendek tersebut menjadi salah satu tujuan pokok dalam budidaya kakao karena mempermudah pemanenan serta  pengendalian hama dan penyakit. Habitus yang pendek ini disebabkan sifat pertumbuhan cabang plagiotrop cenderung mengarah ke samping dan tumbuh dari permukaan tanah.
Pemangkasan yang tepat diperlukan agar diperoleh pertumbuhan yang tegak, iklim mikro yang optimal, produksi yang tinggi

B.     PEMUPUKAN

Pengertian Pupuk
Pupuk adalah setiap material baik organik maupun anorganik alami atau sintetis yang memberikan satu atau lebih unsur kimia yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman



Tujuan Pemupukan

Tujuan dari pemupukan adalah sbb :
1.      Untuk menambah unsur hara yang terdapat di tanah sehingga  tersedia makanan yang cukup untuk tanaman berproduksi secara maksimal
2.      Untuk menggantikan unsur hara (makanan)  yang hilang dari tanah karena terangkut panen, tercuci dll.
           
Jenis - Jenis Unsur Hara

Unsur hara tanaman ialah : Unsur hara makro primer (N, P, K), Unsur hara makro sekunder (Ca, Mg, S), dan Unsur hara mikro (Fe, Mn, Zn, Cu, B, Mo)

Manfaat dan Gejala Kekurangan Unsur Hara :
JENIS UNSUR
HARA
MANFAAT
GEJALA KEKURANGAN
Nitrogen (N)
Memacu pertumbuhan, terutama fase Vegetatif.
Berperan dalam pembentukan klorofil, asam amino, enzim dll.
Warna daun hijau pucat atau kuning.
Ukuran daun lebih kecil.
Ujung daun tua seperti terbakar.
Fosfor (P)
Merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar.
Mempercepat pembungaan dan pembuahan tanaman
Mempercepat pemasakan biji dan buah.
Tanaman kerdil, Daun bagian bawah cepat gugur, biasanya daun berwarna perunggu.
Potasium (K)
Membantu pengangkutan gula dari daun ke buah.
Memperkuat jaringan tanaman dan meningkatkan daya tahan terhadap penyakit.
Gejala terdapat lebih banyak pada daun tua. Warna kuning pucat  terbentuk di antara tulang daun dekat tepi daun.
Biasanya terjadi pada tanah masam (pH rendah)
Kalsium (Ca)
Mengaktifkan pembentukan bulu-bulu akar serta menguatkan batang, membantu keberhasilan penyerbukan.
Gejala lebih banyak pada daun tua` daun lebih awal mengalami keguguran
Magnesium (Mg)
Membantu pembentukan klorofil, lemak dan gula. Berperan dalam transportasi fosfat pada tanaman
Daun tua berwarna  hijau pucat lalu menguning dan bercak kakao akhirnya rontok.
Sulfur (S)
Membantu pembentukan bintil akar dan pertumbuhan tunas baru.
Membantu pembentukan asam amino dan protein.
Pertumbuhan tanaman lambat, kerdil, berbatang pendek dan kurus. Daun berwarna pucat tulang daun hijau pucat.
Besi (Fe)
Berperan dalam proses fisiologi tanaman, seperti pernapasan pembentukan klorofil dan fotosintesa.
Daun mudah berwarna kuning, biasanya terjadi pada tanah beraerasi jelek, kekurangan bahan organik
Tanaman perlahan mati.
Mangan (Mn)
Membantu proses fotosintesa dan berperan dalam pembentukan enzim-enzim tanaman.
Daun mudah warna hijau pucat di antara tulang daun. Pertumbuhan tanaman kerdil dan pembentukan biji tidak sempurna.
Zink (Zn)
Membantu dalam pembentukan auksin, klorofil dan karbohidrat
Daun muda berwarna kuning pucat
Perkembangan akar tidak sempurna sehingga pendek dan tidak subur.
Boron (Bo)
Membawa karbohidrat keseluruh jaringan tanaman.
Merangsang tanaman berbunga dan membantu proses penyerbukan.
Pada daun muda helaian daun sempit dan tembus cahaya, klorosis yang mencolok di antara tulang daun. Pertumbuhan batang lambat.
Cuprum (Cu)
Membantu pembentukan klorofil dan sebagai komponen dalam pembentukan enzim tanaman
Daun muda mengalami pengurangan ukuran, ujung daun pertumbuhannya tertekan. Pertumbuhan dan kesuburan tanaman terhambat secara keseluruhan.
Molebdenum(Mo)
Berperan sebagai pengikat nitrogen bebas di udara untuk pembentukan protein.
Daun berubah warna, keriput dan melengkung seperti mangkuk. Bintik kuning pada helaian daun dan akhirnya mati.


Aplikasi Pupuk Lewat Akar (Tanah) atau Daun 
Unsur hara digunakan tergantung besarnya kebutuhan tanaman

UNSUR HARA
SYMBOL
KEBUTUHAN
APLIKASI
TANAH
DAUN
NITROGEN
N
Besar
Harus
Tambahan
FOSFOR
P
Besar
Harus
Tambahan
POTASIUM
K
Besar
Harus
Tambahan
KALSIUM
Ca
Besar
Harus
Tambahan
MAGNESIUM
Mg
Sedang
Boleh
Boleh
SULFUR
S
Sedang
Boleh
Boleh
BESI
Fe
Kecil
Boleh
Praktis
MANGAN
Mn
Kecil
Boleh
Praktis
ZINK
Zn
Kecil
Boleh
Praktis
BORON
B
Kecil
Boleh
Praktis
CUPRUM
Cu
Kecil
Boleh
Praktis
MOLEBDENUM
Mo
Kecil
Boleh
Praktis

DASAR –DASAR PEMUPUKAN

Dalam melakukan pemupukan beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

1.      Tanaman yang akan dipupuk;

Sifat tanaman yang perlu diketahui adalah penggunaan unsur hara oleh  tanaman :
a.       Unsur hara diserap oleh tanaman digunakan untuk menyusun  bagian-bagian tanaman, seperti : daun, batang, akar, bunga, yang akan menjadi buah.
b.      Jumlah unsur hara yang diperlukan oleh tanaman berbeda berdasarkan : umur tanaman dan  jenis klon.
c.       Kebutuhan tanaman akan pupuk ditentukan pula bagian tanaman yang  dipanen, misalnya :
-          Bila daun tanaman yang dipanen, maka dibutuhkan unsur Nitrogen (N) yang besar.
-          Bila bagian tanaman yang dipanen adalah biji, maka dibutuhkan unsur Phosfor (P) lebih banyak untuk pembentukan bunga yang akan menjadi buah untuk menghasilkan biji.
-          Bila tanaman yang menghasilkan biji yang bertepung diperlukan unsur Kalium (K) yang agak banyak.

2.      Jenis tanah yang akan dipupuk;

-          Kandungan tanah akan unsur hara berbeda, sehingga kebutuhan pupuknya juga berbeda.
-          pH tanah juga mempengaruhi jenis pupuk yang akan diberikan.
Jangan memberi pupuk masam pada tanah pH rendah
-          Tanah yang dapat memfiksasi (mengikat) unsur-unsur yang ditambahkan apabila pH rendah, maka perlu pengapuran untuk mengurangi daya fiksasi unsur Al terhadap unsur P.

Menentukan mudah tidaknya ion-ion unsur hara diserap oleh tanaman. Umumnya, unsur hara mudah diserap oleh akar tanaman pada pH tanah netral 6-7, karena pada pH tersebut sebagian besar unsur hara mudah larut dalam air.




Hubungan antara pH dan ketersediaan unsur hara. Bagian yang melebar menunjukkan unsur haranya semakin besar.


 

Bagian yang melebar pada jalur setiap unsur hara menunjukkan ketersediaan unsur hara yang semakin besar. Bagian yang menyempit menunjukkan ketersediaan unsur hara yang semakin kecil. Seperti terlihat pada gambar di atas, unsur-unsur hara makro seperti N, P, K, Mg, Ca dan S lebih banyak tersedia di dalam larutan tanah ber-pH 6 – 7,5.  Pada pH lebih rendah atau lebih tinggi ketersediaan unsur-unsur makro tersebut cenderung menurun. Sementara itu, jumlah unsur mikro yang tersedia pada pH netral cenderung lebih kecil dibandingkan dengan pada pH rendah atau tinggi, tetapi jumlah tersebut telah mencukupi kebutuhan tanaman.


3.      Jenis pupuk yang digunakan :

Tiap jenis pupuk mempunyai unsur hara, reaksi fisiologis, kelarutan, kecepatan bekerja yang berbeda, sehingga jumlah dan jenis pupuk yang diberikan berbeda untuk setiap jenis tanah dan tingkatan umur tanaman.

Pupuk digolongkan menjadi dua yaitu Pupuk Organik dan Pupuk Anorganik.
-          Pupuk organik : adalah pupuk yang terbuat dari sisa-sisa makhluk hidup yang diolah melalui proses pembusukan (dekomposisi) oleh bakteri pengurai. Misalnya : Pupuk kandang, kompos
-          Pupuk anorganik (pupuk buatan) adalah jenis pupuk yang dibuat oleh pabrik dengan cara meramu berbagai bahan kimia sehingga memiliki persentase kandungan unsur hara yang tinggi. Misalnya : Urea, SP36, NPK.

Menurut banyaknya unsur hara yang dikandungnya, maka pupuk dibagi:
-          Pupuk tunggal : yaitu pupuk yang hanya mengandung satu macam unsur hara (biasanya berupa unsur hara makro primer)
Misalnya : Urea hanya mengandung unsur N.
-          Pupuk majemuk : yaitu pupuk yang mengandung lebih dari satu unsur  hara.
Misalnya : NPK, mengandung nitrogen, fosfor, Kalium.

Menurut cara aplikasinya pupuk buatan dibagi :
-          Pupuk Akar : yaitu pupuk yang diserap oleh tanaman melalui akar dengan cara penebaran atau dibenamkan di tanah. Misalnya : Urea, NPK, dll.
-          Pupuk Daun : adalah pupuk yang diberikan lewat penyemprotan pada daun tanaman. Misalnya : Gandasil B, Provit hijau, dll.

4.      Jumlah pupuk yang diberikan :

Jumlah pupuk yang diberikan berhubungan dengan :
-          Kebutuhan tanaman akan unsur hara,
-          Kandungan unsur hara yang ada dalam tanah,
-          Kandungan unsur hara yang terdapat dalam pupuk,



DOSIS UMUM PEMUPUKAN TANAMAN KAKAO

Umur
Satuan
N
P2O5
K2O
MgO
Bibit
Gr/pohon
2
2
2
1
0 – 1 thn
Gr/ph/thn
10
10
10
5
1 – 2 thn
Gr/ph/thn
20
20
20
10
2 – 3 thn
Gr/ph/thn
40
40
40
15
3 – 4 thn
Gr/ph/thn
80
80
80
20
> 4 thn
Gr/ph/thn
100
80
100
30

Untuk melakukan pemupukan dengan 100 gr N, 80 gr P2O5 dan 100 gr K2O perpohon, tetapi pupuk yang tersedia di pasaran adalah Urea (46% N), SP36 (36% P2O5) dan KCl (60% K2O).
Jadi berat setiap pupuk yang diperlukan untuk memenuhi rekomendasi tersebut adalah :
-          Urea yang diperlukan :  100/46 x 100 gr  =  217 gr
-          SP36 yang diperlukan :  100/36 x  80  gr  = 222 gr
-          KCl   yang diperlukan :  100/60 x 100 gr  = 166 gr

5.      Waktu pemupukan :

Umumnya pemupukan dilakukan sebanyak 2 kali yaitu awal musim hujan dan akhir musim hujan.
-          Pupuk yang bekerjanya cepat diberikan setelah tanam dan sebaiknya diberikan sedikit demi sedikit dalam 2 atau 3 kali pemupukan, karena mudah tercuci. Misalnya : Urea, ZA, dll.
-          Pupuk yang bekerjanya lambat diberikan sebelum penanaman dan sekaligus. Untuk tanaman tahunan diberikan setiap akan mulai kegiatan maksimum tanaman. Misalnya : TSP, SP36, dll.

6.      Cara penempatan pupuk;

Pentingnya penempatan pupuk agar :
-          Dapat diambil akar tanaman lebih efisien.
-          Tidak merusak biji yang ditanam atau akar tanaman.



Cara penempatan pupuk :
-          Ditabur di sekeliling tanaman dengan jarak 75-100 cm.
-          Dengan cara piringan yaitu dibenamkan di sekeliling tanaman.
-          Dengan larikan yaitu membenamkan di antara barisan tanaman.
-          Dengan cara tugal, membuat lubang tugal di sekeliling pohon, 3 – 5 lubang.
-          Disemprotkan lewat daun (umumnya unsur mikro).

Sekadar melakukan Pemupukan  tidaklah cukup, bahkan tidak sedikit orang kecewa karena :
ø  Tanamannya kurus, meski sudah diberi berbagai macam pupuk;
ø  Tanamannya tumbuh subur, tapi tak kunjung berbuah;
ø  Tanamannya berbuah, tapi tidak tahan sampai panen;
ø  Bahkan tak jarang ada tanaman yang mati setelah dipupuk.

Intinya Pemupukan sia-sia jika tidak melalui prosedur yang benar.

C.    PANEN

Dalam budidaya kakao diperlukan suatu manajemen dan teknologi yang tepat dalam  menunjang   produksi kakao baik kualitas maupun kuantitasnya.
Tujuan dilakukan Panen Teratur :
  1. Memutus siklus hidup hama Penggerek Buah Kakao (PBK) pada fase larva dan telur
  2. Dapat menurunkan intensitas serangan Tikus
  3. Menghindari buah yang terlalu masak, biasanya buah yang terlalu masak akan berkecambah.
  4. Cepat mendapatkan hasil
Dengan dilakukannya panen teratur yang terprogram 10-14 hari/bulan (banyak atau sedikitnya buah) maka kita mendapatkan kualitas biji kakao yang baik.

Waktu panen 
            Penentuan waktu tersebut sangat penting, mengingat betapa pentingnya buah yang dipanen harus masak sempurna, untuk menghindari kerugian-kerugian yang berakibat pada menurunnya kualitas biji kakao.

Kerugian jika memetik buah yang tidak masak dan terlalu masak
·         Buah yang belum masak memiliki kualitas biji yang jelek, berat keringnya rendah, biji keringnya mudah kempes, kandungan lemaknya belum sempurna.
·         Buah yang terlalu masak, biasanya biji berkecambah, kandungan lemak  mulai berkurang, berat kering rendah.
Panen Sering, Serentak dan Teratur
                                                                                                                                         
Hal yang paling penting dalam metode Praktek Berkebun yang Baik (PBB) adalah panen sering. Dengan memanen buah yang masak seminggu  atau maksimal dua minggu sekali secara serentak dan teratur, akan memutuskan siklus hidup PBK pada tahap larva. Dengan memanen pada masa tersebut larva di dalam buah akan ikut terbawa dan selanjutnya kulit buah yang dipanen dikumpul dan ditutup dengan plastik atau membenamkannya ke dalam tanah.

Keuntungan lain dari panen sering selain mengurangi tingkat kerusakan buah yang diakibatkan oleh hama PBK, juga tanaman akan memiliki zat makanan yang cukup, sehingga tanaman dapat berkembang dengan baik untuk merangsang pertumbuhan bunga dan buah yang baru.
            Buah yang rusak akibat serangan hama dan penyakit harus dihilangkan dari pohon pada setiap panen dan ditutup plastik bersama kulit buah panen.
Ciri –ciri buah yang layak dipanen
Buah yang layak panen apabila buah tersebut telah berumur  kurang lebih 6 bulan dengan ciri-ciri tingkat kematangan buah dapat dilihat dari perubahan warna buah, yaitu jika alur buah sudah berwarna kuning, maka tingkat kematangannya adalah C, sedangkan jika alur dan punggung buah berubah kuning, tingkatannya B. Jika seluruh permukaan buah sudah berwarna kuning atau kuning tua, maka tingkat kematangannya adalah A dan A+. Pada umumnya petani sudah memanen buah kakao jika tingkat kematangannya sekurang-kurangnya sudah B.
Pemetikan buah pada umumnya dilakukan di pagi hari. Buah-buah tersebut kemudian dikumpulkan di suatu tempat menunggu untuk dipecahkan. 

Ciri-ciri buah yang sudah layak untuk panen :

1.      Warna
       Warna buah kakao sangat beragam, tetapi pada dasarnya hanya ada dua macam warna.  Buah yneg ketika muda berwarna hijau atau hijau agak putih jika sudah masak akan berwarna kuning, sementara itu buah yang ketika muda berwarna merah, setelah masak berwarna jingga (orange).



2.      Waktu
       Buah akan masak setelah berumur 6 bulan. Pada saat itu ukurannya beragam, dari panjang 10-30 cm, tergantung pada kultivar dan faktor-faktor lingkungan selama perkembangan buah.

Peralatan yang diperlukan dalam memetik buah :
  • Penjolok
  • Parang
  • Ember
  • Karung
  • Lori-lori
Cara memanen buah kakao
            Memanen buah yang telah masak dengan cara memotong pada bagian pangkal buah dengan menggunakan penjolok/parang tanpa merusak bantalan buah dan  kulit pada batang.
Alat yang digunakan untuk panen harus tajam, untuk menghindari rusaknya pangkal buah ataupun bantalan buah. 

D.    SANITASI

            Pengertian sanitasi pada tanaman kakao bukan saja ditujukan pada pengendalian gulma akan tetapi dit
ujukan pada bagian tanaman yang dikhawatirkan dapat mengganggu atau dikhawatirkan menjadi sumber infeksi bibit penyakit, misalnya : cabang-cabang, ranting-ranting dan daun dari hasil pemangkasan, kulit buah, buah-buah bekas serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan lain-lain.
           
Pengendalian gulma pada tanaman kakao biasanya hanya menjadi masalah apabila tanaman masih muda. Bila tanaman telah dewasa, dan tajuknya sudak saling bertemu biasanya gulma tak menjadi masalah lagi. Tanaman kakao tidak memerlukan penyiangan bersih dari gulma. Penyiangan bersih hanya dilakukan pada piringan tanaman dengan diameter + 1,00 m saja, sedangkan diluar piringan cukup mengatur ketinggian gulma tidak lebih dari 10 cm.  Khusus bahan pangkasan berupa cabang, ranting dan daun agar tidak mengganggu kegiatan di kebun sebaiknya dicincang kemudian diatur secara larikan diantara tanaman. Lebih baik lagi jika dibuatkan rorak, sehingga bekas pangkasan dimasukan ke dalam rorak.  Khusus kulit buah bekas panen dibuatkan lubang dengan ukuran 1 m x 1 m x 1 m. Kulit buah dimasukan kedalam lubang kemudian ditutup dengan tanah setebal 3–5 cm atau kulit dikumpul lalu ditutup dengan plastik sanitasi untuk mencegah penyebaran Penggerek Buah Kakao (PBK). Sedangkan buah/kulit buah bekas serangan Phytopthora sp. sebaiknya dikumpulkan disebuah lubang kemudian dibakar, demikian pula dengan ranting dan daun bekas serangan penyakit VSD. Tujuannya adalah untuk mencegah penyebaran penyakit busuk buah dan penyakit VSD.

Posting Komentar

0 Komentar