Tana Nua: “Daerah Kita Punya Potensi, Jangan Merantau” - Tananua Flores

Breaking

Home Top Ad


Post Top Ad





Rabu, 19 Juni 2019

Tana Nua: “Daerah Kita Punya Potensi, Jangan Merantau”

Doc.Hironimus Pala
Ende, Vox NTT-Lembaga Swadaya Masyarakat Tana Nua terus memberi pendampingan terhadap kelompok tani kakao di beberapa desa di Kabupaten Ende.
Dua desa lainnya yakni, Desa Kedebodu di Kecamatan Ende Timur dan Desa Tendarea di Kecamatan Nangapanda yang didamping dua tahun lalu.
Pendampingan dan pelatihan Tana Nua kepada beberapa kelompok tani bertujuan untuk meningkatkan produksi kakao di Kabupaten Ende.
Gabriel, salah seorang petani kakao dari kelompok tani Wonga Mengi Desa Kedebodu mengatakan produksi kakao meningkat setelah menerapkan sistem pemangkasan, pemupukan, panen teratur dan sanitasi atau P3S.
Ia mengaku produksi kakao miliknya sudah mencapai ratusan kilo dari produksi sebelumnya hanya puluhan kilo.
“Saya dan keluarga merasa bahagia dengan sistem penanganan yang diberikan Tana Tua. Kami jadi rajin ke kebun kakao,” ujar dia di Desa Kedebodu, Sabtu (20/5/2017).
Ia mengklaim beberapa petani di Kedebodu sudah memulai dengan menggunakan sistem P3S yang diberikan oleh Tana Nua.
“Ya, disini sudah mulai menggunakan sistem itu,” katanya singkat.
Sementara itu, Ketua LSM Tana Nua, Hironimus Pala menjelaskan daerah Kabupaten Ende memiliki potensi pertanian yang cukup. Untuk itu masyarkat bisa mengolah untuk kebutuhan ekonomi.
Ia menjelaskan pihaknya tengah mendampingi beberapa kelompok tani untuk meningkatkan produksi petani.
“Hanya sumber daya manusia yang belum didorong. Selama ini hanya mengajarkan secara teknis tetapi tidak diperkuat dengan mindset,” katanya.
Hironimus mengatakan selain SDM, sistem pemasaran harus diciptakan oleh petani. Sehingga para petani dapat menentukan harga komoditi sendiri.
“Daripada merantau ke luar negeri dan pulang memulai yang baru. Ingat, bahwa daerah kita punya potensi dan jangan pergi ke luar negeri,” pungkas Ketua Tana Nua Ende.
Sistem pemasaran, Hironimus mencotohi kelompok tani di Kecamatan Nangapanda dengan sistem koperasi. Petani kakao sudah memasarkan hasil komoditi melalui koperasi dengan standar harga yang sesuai.
“Kita mendorong untuk membentuk koperasi petani kakao supaya bisa membuat pasar sendiri. Tetapi tetap kita jaga kualitas produksi kakao,” tambah Hironimus.  (Ian Bala/VoN)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad