Keterbatasan adalah awal dari perjuangan - Tananua Flores

Breaking

Home Top Ad


Post Top Ad





Kamis, 01 Agustus 2019

Keterbatasan adalah awal dari perjuangan


Keterbatasan adalah awal dari perjuangan
Tiada ungkapan pasrah
Tiada harapan yang membara
Yang ada hanyalah kebersamaan
Sebab Kekuatan tanpa kebersamaan adalah sebuah kehampaan.


            Sejarah berdirinya Indonesia ditandai dengan sebuah perjuangan bersama seluruh rakyat dari berbagai pelosok negeri. Perjuangan bersama yang dilakukan tersebut dapat memupuk kekompakan dan kekuatan yang besar sehingga mampu menghadapi para penjajah dalam upaya menuju kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bertolak dari hal tersebut sesungguhnya telah menciptakan situasi yang terpolarisasi dalam tatanan kehidupan masyarakat saat ini. Bagaimana tidak ?  bila dalam kehidupan sosial masyarakat, kita masih temukan sejumlah perkumpulan / kelompok kerja bersama maka kita perlu mengakui bahwa itu mencerminkan  cara hidup generasi pada masa penjajahan dahulu dalam menggalangkan kekuatan.
            Dalam segala keterbatasan masyarakat dusun Ndetundopo desa Kolikapa kecamatan Maukaro, kabupaten Ende memiliki sala satu kelompok tani “ana kalo “ yang lahir sejak tahun 2004 dan diaktifkan kembali mulai tahun 2009 oleh sesama anggota kelompok hingga  saat ini. Hadirnya  kelompok tersebut sesungguhnya mempersatukan sejumlah orang / anggota untuk berkumpul dan berbagi gagasan dalam melakukan kerja bersama khususnya pada dunia pertanian. Kelompok yang beranggotakan sebelas ( 11 ) orang tersebut telah menunjukkan bahwa adanya cara kerja bersama sebagai suatu hal yang penting dalam mengatasi keterbatasan secara SDM dalam mengelolah lahan pertanian. keterbatasan tersebut dapat dilengkapi dengan berbagai kelebihan yang dimiliki oleh sesama anggota sehingga mampu mengisi  antara sesama.

MERINTIS SEBUAH KEKUATAN

Zakarias Se
Ketua kelompok Ana Kalo
Zakarias Se adalah seorang pria berusia 58 tahun dan sedang menjabat sebagai ketua kelompok tani Ana Kalo saat ini. Beliau adalah tokoh penggagas terbentuknya kelompok tani Ana Kalo. Bermodalkan jiwa semangat  dan tokoh dalam lingkup dusun Ndetundopo, maka beliau memiliki ide mulia untuk membentuk kelompok tani. Ide tersebut terlahir dengan dasar pertimbangan bahwa perubahan akan lebih cepat apabila semuanya bekerja bersama-sama.
Dalam shering singkat antara beliau menyampaikans, bahwa nama Ana Kalo terinspirasi dari sebuah keberadaan kelompok yang sejak tahun 2004 – 2009 tidak disentuh oleh berbagai pihak lain yang berkepentingan dengan kemajuan pertanian serta organisasi pertanian sama seperti Ana Kalo dalam bahasa setempat yang artinya yatim piatu. Beliau mengungkapkan bahwa kelompok tersebut berjalan seadanya tanpa adanya administrasi dan struktur yang baik sebagaimana yang dimaksudkan dengan administrasi kelompok. Menyadari akan keterbatasan tersebut, usaha kelompokpun terus dilakukan dengan berbagai kegiatan rutinitas kerja bergilir pada kebun anggota.
Kesadaran akan pentingnya hidup berkelompok yang memiliki struktur organisasi, rencana kerja serta administrasi mulai bertumbuh ketika adanya pendampingan yang dilakukan oleh Yayasan Tananua Flores sejak bulan  November 2018. Bersamaan dengan semangat kelompok yang telah tumbuh dan ada sejak lama, maka usaha kelompok semakin terarah mulai dari perencanaan usaha serta penguatan kapasitas kelompok. Tahun 2018 – 2019, warna kelompok semakin nampak, ketika partisipasi serta antusias anggota mulai meningkat pada proses kegiatan kelompok. Keaktifan kelompok dalam berbagai kegiatan baik secara skala desa maupun lintas kelompok tani antar desa seperti pertemuan semesteral mulai terlihat selama dua kali pertemuan semesteral petani dampingan YTNF.
Dari shering singkat tentang  di atas terlihat bahwa kekuatan itu ada melalui kumpulan individu yang terlibat dalam sebuah kelompok. Pengakuan terhadap keterbatasan secara SDM yang dimiliki oleh masing-masing anggota mengharuskan bahwa perlu dilakukan musyawarah untuk mempertemukan pengalaman dan mimpi masa depan hebat masing-masing anggota menjadi pemikiran bersama milik kelompok. Proses ini membuktikan bahwa kekuatan itu ada dan hadir bila adanya suatu kebersamaan melalui. i gotong- royong yang mulai bergeser oleh arus globalisasi.

MERAWAT KEBERSAMAAN
Perpecahan itu terjadi disebabkan oleh perilaku ego atau mau menang sendiri, merasa hebat sendiri dari masing-masing orang yang hidup dalam komunitas atau kelompok, ulah dari maunya sendiri menyebabkan hubungan social yang kurang harmonis antar sesam yang berdampak pada hilangnya kerja sama gotong royong yang sudah hidup. Merawat kebersamaan dan gotongroyong itu terwujud bila adanya kerendahan hati untuk saling mengakui semua kita memiliki kelebihan dan keterbatasn yang dapat dibagi kepada orang lain dan kekurangan yang dapat diisi oleh orang lain pula. Bila kesadaran ini muncul maka kelompok atau komunitas menjadi media saling belajar.   
Pembelajaran menarik  dari kelompok tani Ana Kalo desa Kolikapa yang dibentuk sejak tahun 2004  dan usia kelompok hingga saat ini kurang lebih 15 tahun. Rentang usia ini kalau pada umur manusia masuk masa akil balik. Dalam usia seperti ini ada banyak suka, duka, pahit dan manis serta titik  jenuh telah menghampiri setiap langkah dan perljalanan anggota dalam berkelompok. Meski belum terurai prestasi lewat pengakuan publik dari karya kelompok, namun perlu kita apresiasi bahwa ketangguhan yang dijiwai oleh masing-masing anggota telah terbukti untuk bertahan dalam kemampuan yang dimiliki.
Kemampuan bertahan ini semakin kuat ketika mulai didampingi oleh Yayasan Tananua Flores sejak Agustus 2018. Kemampuan tersebut dapat dipelajari secara bersama dalam kelompok ini yaknik semangat kebersamaan yang terlihat ketika kelompok ini dapat menyelenggarahkan kegiatan internal kelompok pada bulan maret 2019 yaknik kegiatan pelatihan budidaya ternak babi dan latihan dinamika kelompok. Kegiatan tersebut diinisiasi secara swadaya oleh kelompok dengan dukungan pendamping lapangan Yayasan Tananua Flores dengan mengundang kehadiran dua nara sumber dari tim Yayasan Tananua Flores. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari dilokasi desa Kolikapa dengan latar belakang bahwa pentingya perencanaan usaha kelompok serta penguatan kapasitas kelompok.
Kegiatan yang dilakukan diatas sesungguhnya mencerminkan bahwa adanya upaya untuk meningkatkan kekuatan kelompok. Tanpa disadari bahwa pendidikan / pembelajaran bersama kelompok melalui proses kegiatan tersebut, memberikan kontribusi secara riil terhadap pengembangan sumber daya peserta kegiatan. Lebih dari itu dengan segala keterbatasan mereka telah menunjukan kesanggupan untuk menerima perubahan dari berbagai pihak. Dengan demikian bahwa upaya merawat kebersamaan dijadikan sebagai aspek penting dalam kehidupan kelompok, sebab kebersamaan dapat membangun sebuah kekuatan (Akr).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad