Berawal dari mimpi yang lama dipelihara, SD Inpres Rawe akhirnya tiba pada gerbang emas pengabdiannya. Lima puluh tahun bukan sekadar hitungan waktu, melainkan jejak panjang perjuangan sebuah sekolah yang lahir dari keterbatasan, berpindah nama dan tempat, namun tak pernah kehilangan ruhnya sebagai ladang persemaian manusia cerdas dan berkarakter. Perayaan emas ini dimaknai secara khidmat melalui perayaan Ekaristi Kudus dan peluncuran buku kenangan “Bertumbuh di Tengah Kesulitan (Crecit in Adversis)”, sebuah bunga rampai yang merangkum suara, ingatan, dan kesaksian para alumni—anak-anak Rawe sa-Uluwena—yang tumbuh dan berbuah di tengah badai.
Lebih dari sekadar mengenang masa lalu, tulisan ini menghadirkan nostalgia eskatologis: kenangan yang menatap ke depan dengan harapan.
Buku ini menjadi penanda kebangkitan dan ikrar bersama untuk terus melangkah, menjadikan kesulitan sebagai guru dan persahabatan sebagai kekuatan. Dari kisah perjuangan, refleksi pendidikan, hingga mimpi lima puluh tahun ke depan, SD Inpres Rawe menegaskan diri sebagai ruang harapan—tempat gagasan dirawat, keberanian ditumbuhkan, dan masa depan disemai, selangkah demi selangkah, menuju hidup yang lebih bermartabat.

.jpg)

0 Komentar